PT Witanabe Integrasi Indonesia mendokumentasikan pelaksanaan Pump Performance Test untuk sebuah unit rakitan pompa sentrifugal merek CRI yang digerakkan oleh motor elektrik. Proyek ini merupakan bagian krusial dari prosedur jaminan kualitas (Quality Assurance) perusahaan, yang dilakukan untuk memverifikasi bahwa kinerja aktual unit pompa sesuai dengan spesifikasi desain dan kurva kinerja yang diterbitkan oleh pabrikan. Pengujian ini dilaksanakan di fasilitas workshop yang dilengkapi dengan test bed dan loop perpipaan tertutup, memungkinkan simulasi kondisi operasional yang terkontrol.
Berdasarkan dokumentasi visual, unit yang diuji terdiri dari pompa sentrifugal tipe end-suction yang terpasang pada satu baseplate baja bersama dengan motor induksi tiga fasa. Keduanya dihubungkan melalui sebuah kopling (coupling) yang dilengkapi dengan pelindung keselamatan (coupling guard). Perakitan yang presisi di atas baseplate yang kokoh ini bertujuan untuk memastikan kelurusan (alignment) yang optimal antara poros pompa dan motor, yang merupakan faktor vital untuk meminimalkan getaran, mengurangi keausan bearing, dan memaksimalkan efisiensi transfer daya. Pengujian ini memberikan data empiris yang valid mengenai kapabilitas unit pompa sebelum dikirimkan dan diinstalasi di lokasi klien.
Ringkasan Proyek
Detail teknis dan konteks proyek pengujian kinerja pompa untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai lingkup dan standar yang diterapkan.
| Proyek | Pump Performance Test & Quality Assurance |
| Unit yang Diuji | Pompa sentrifugal end-suction merek CRI dengan motor induksi tiga fasa, dirakit di atas baseplate baja. |
| Tujuan Utama | Memverifikasi dan memvalidasi kinerja aktual unit pompa (Flow, Head, Power) terhadap kurva kinerja yang diterbitkan oleh pabrikan. |
| Standar Acuan | Kurva Kinerja (H-Q Curve) resmi dari pabrikan pompa (CRI Pumps). |
| Lokasi Pengujian | Fasilitas Workshop PT Witanabe Integrasi Indonesia dengan test bed khusus. |
| Hasil Akhir | Laporan hasil uji (Test Report) yang mengonfirmasi kesesuaian kinerja, sebagai dokumen jaminan kualitas untuk klien. |
Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan untuk kegiatan verifikasi kinerja ini mencakup serangkaian proses teknis yang terstruktur untuk memastikan data yang diperoleh akurat dan dapat diandalkan. Berdasarkan analisis dokumentasi proyek, lingkup pekerjaan meliputi:
- Perakitan Unit Pompa (Pump Set Assembly): Melakukan pemasangan pompa CRI dan motor elektrik pada baseplate baja struktural. Ini termasuk proses alignment presisi antara poros pompa dan motor untuk memastikan operasional yang halus.
- Persiapan Test Bed: Menyiapkan dan menginstalasi unit pompa pada fasilitas pengujian. Ini melibatkan koneksi unit ke sistem perpipaan uji, termasuk pipa hisap (suction) dari tangki reservoir dan pipa tekan (discharge) yang dilengkapi dengan katup kontrol.
- Instalasi Instrumentasi: Pemasangan alat ukur yang diperlukan untuk pengujian, seperti pressure gauge pada sisi suction dan discharge untuk mengukur head, dan flow meter (tidak terlihat, namun merupakan komponen standar) untuk mengukur laju aliran. Amperemeter juga digunakan untuk memonitor arus yang ditarik oleh motor.
- Pelaksanaan Pengujian Kinerja: Menjalankan pompa pada berbagai titik operasi dengan cara mengatur bukaan katup pada sisi discharge. Data laju aliran (Q), total head (H), dan konsumsi daya motor (P) dicatat pada setiap titik.
- Pengumpulan dan Analisis Data: Mengumpulkan semua data hasil pengukuran dan memplotnya untuk membuat kurva kinerja aktual. Kurva ini kemudian dibandingkan dengan kurva kinerja referensi dari pabrikan.
- Observasi Operasional: Melakukan pemantauan terhadap parameter operasional lainnya selama pengujian, seperti tingkat getaran, suhu bearing, dan ada tidaknya kebocoran pada mechanical seal.

Pendekatan Teknis
Pendekatan teknis yang digunakan berpusat pada prinsip-prinsip hidrolika dan standar pengujian pompa industri. Tujuan utamanya adalah untuk memvalidasi empat parameter kunci: laju aliran (flow rate), total dynamic head, efisiensi, dan konsumsi daya (Brake Horsepower – BHP). Proses ini sering disebut sebagai pembuatan kurva H-Q (Head vs. Flow).
Pengujian dimulai dari kondisi shut-off head, yaitu kondisi di mana katup discharge ditutup sepenuhnya (laju aliran nol). Pada titik ini, pompa menghasilkan tekanan maksimumnya. Ini adalah titik awal pada kurva kinerja. Selanjutnya, katup discharge dibuka secara bertahap untuk menciptakan beberapa titik operasi dengan laju aliran yang berbeda-beda. Pada setiap titik, data tekanan suction, tekanan discharge, dan laju aliran dicatat. Total head dihitung dengan mencari selisih antara head discharge dan head suction, dengan memperhitungkan perbedaan elevasi dan kerugian gesekan (friction loss) pada instrumentasi.
Diagram: Skema sederhana setup test bed untuk pengujian kinerja pompa, menunjukkan alur dari reservoir ke pompa dan melalui katup kontrol di sisi discharge.
Data yang terkumpul kemudian diplot pada grafik. Sumbu vertikal (Y) merepresentasikan head, dan sumbu horizontal (X) merepresentasikan laju aliran. Hasil plot ini adalah kurva kinerja aktual dari unit pompa yang diuji. Kurva ini kemudian ditumpuk (overlay) dengan kurva kinerja yang disediakan oleh CRI. Sebuah pengujian dianggap berhasil jika kurva aktual berada dalam rentang toleransi yang dapat diterima dari kurva pabrikan, yang membuktikan bahwa unit pompa berfungsi sesuai spesifikasi yang diharapkan.
Proses Pelaksanaan
Dokumentasi visual menunjukkan unit pompa CRI yang telah terpasang pada test bed di area workshop. Terlihat pipa suction berdiameter besar yang terhubung ke sisi hisap pompa, kemungkinan besar berasal dari sebuah tangki uji (test tank) atau reservoir yang berada di dekatnya. Sisi discharge pompa terhubung ke sistem perpipaan yang lebih kompleks, termasuk sebuah elbow 90 derajat yang mengarah ke atas.
Seorang teknisi terlihat di latar belakang, tampaknya sedang melakukan inspeksi atau penyesuaian pada sistem perpipaan di atas tangki uji. Ini menunjukkan bahwa proses pengujian melibatkan persiapan yang cermat pada seluruh loop sirkulasi fluida. Unit pompa itu sendiri ditempatkan di atas plat baja untuk memastikan stabilitas selama operasi, yang dapat menghasilkan gaya dan getaran yang signifikan. Warna biru cerah pada pompa, motor, dan baseplate menunjukkan bahwa unit tersebut telah melalui proses pengecatan protektif yang proper setelah fabrikasi, siap untuk menghadapi kondisi lingkungan di lokasi instalasi nantinya.

Visualisasi Teknis
Proses standar untuk pengujian kinerja pompa dapat divisualisasikan dalam diagram alir berikut. Diagram ini menguraikan langkah-langkah metodis yang diambil dari persiapan hingga analisis data untuk memverifikasi kinerja pompa secara komprehensif.
Flowchart: Alur proses standar pelaksanaan Pump Performance Test, dari tahap persiapan hingga analisis dan pelaporan hasil.
Hasil dan Penyelesaian
Penyelesaian dari kegiatan ini adalah diperolehnya satu set data kinerja yang valid untuk unit rakitan pompa CRI tersebut. Hasil ini memberikan konfirmasi teknis bahwa perakitan yang dilakukan oleh PT Witanabe Integrasi Indonesia telah memenuhi standar kualitas yang tinggi dan unit pompa siap untuk memberikan kinerja yang diharapkan saat dioperasikan di lapangan. Laporan hasil uji, yang berisi perbandingan kurva kinerja aktual dengan kurva pabrikan, menjadi dokumen penting yang diserahkan kepada klien sebagai bukti performa dan keandalan produk.
Dengan berhasilnya pengujian ini, unit pompa dinyatakan lulus tahap jaminan kualitas dan siap untuk tahap selanjutnya, yaitu pengiriman dan instalasi di lokasi proyek. Proses verifikasi seperti ini adalah wujud komitmen Witanabe terhadap keunggulan engineering dan kepuasan pelanggan, memastikan bahwa setiap sistem yang dikirimkan telah teruji dan terbukti andal.

Catatan Teknis
Pengujian kinerja pompa bukan hanya tentang memvalidasi head dan flow. Ini juga merupakan kesempatan untuk mendeteksi potensi masalah mekanis. Getaran yang berlebihan dapat mengindikasikan masalah alignment, ketidakseimbangan impeller, atau masalah pada bearing. Kenaikan suhu yang tidak normal pada rumah bearing atau motor bisa menjadi pertanda adanya gesekan berlebih atau masalah pelumasan. Suara bising atau kavitasi selama operasi juga dapat diidentifikasi pada tahap ini. Dengan demikian, performance test berfungsi sebagai pemeriksaan kesehatan yang komprehensif bagi seluruh unit rakitan pompa sebelum serah terima kepada klien.
Siap untuk Konsultasi Proyek Anda?
Butuh jaminan kinerja untuk unit pompa Anda? Kami menyediakan layanan perakitan dan performance test yang presisi.
Atau hubungi kami di: +62 857-8096-1572 | Email: info@witanabe.com



