PT Witanabe Integrasi Indonesia mendokumentasikan proyek fabrikasi dan integrasi Duplex Booster Pump System yang dirancang sebagai solusi pendorong tekanan air otomatis. Berdasarkan dokumentasi visual, sistem ini dibangun secara terpadu di atas sebuah skid baja yang kokoh, menggabungkan dua unit pompa vertikal multistage merek CRI, sebuah tangki tekan (pressure tank), dan panel kontrol elektrikal. Proyek ini menyoroti kapabilitas Witanabe dalam merakit sistem perpompaan yang ringkas, efisien, dan siap pakai (plug-and-play), ideal untuk berbagai aplikasi yang memerlukan tekanan air yang stabil dan andal.
Sistem ini dirancang untuk beroperasi secara otomatis. Label pada panel kontrol secara jelas mengidentifikasi sistem sebagai “PANEL BOOSTER PUMP 2X 2.2 KW”, yang menunjukkan bahwa setiap pompa memiliki daya motor sebesar 2.2 kW. Konfigurasi dua pompa (duplex) memungkinkan fleksibilitas operasional, baik untuk mode kerja bergantian (duty/standby) guna pemerataan beban kerja dan penyediaan redundansi, maupun mode kerja bersamaan (duty/assist) untuk memenuhi permintaan aliran puncak. Integrasi dengan pressure tank dan sistem kontrol memastikan efisiensi energi dengan meminimalkan siklus start-stop pompa.
Ringkasan Teknis Proyek
Untuk memberikan gambaran ringkas mengenai proyek ini, berikut adalah rincian konteks teknis dan lingkup proyek dalam format tabel yang mudah dipahami.
| Item | Spesifikasi / Keterangan |
|---|---|
| Nama Proyek | Duplex Booster Pump System |
| Aplikasi Sistem | Pendorong tekanan air otomatis untuk suplai yang stabil dan andal. |
| Kapasitas Pompa | 2 unit x 2.2 kW |
| Tipe Pompa | CRI Vertical Multistage Centrifugal Pump |
| Konfigurasi Operasi | Duplex (Duty/Standby atau Duty/Assist) |
| Komponen Kunci |
|
| Material Konstruksi | Skid: Baja Struktural; Perpipaan: Baja Galvanis (Galvanized Steel) |
| Pendekatan Desain | Skid-Mounted System (Modular, Plug-and-Play) |
Lingkup Pekerjaan
Berdasarkan analisis dokumentasi visual, lingkup pekerjaan pada proyek ini mencakup beberapa tahapan engineering yang terintegrasi, yaitu:
- Fabrikasi Skid Base: Pembuatan rangka dasar (skid) dari material baja struktural yang dicat untuk memberikan fondasi yang stabil bagi semua komponen serta melindunginya dari korosi.
- Instalasi Pompa: Pemasangan dua unit pompa sentrifugal vertikal multistage merek CRI. Tipe pompa ini dipilih karena efisiensinya dalam menghasilkan tekanan tinggi dengan footprint yang minimal.
- Pemasangan Pressure Tank: Instalasi satu unit tangki tekan tipe diafragma yang berfungsi untuk meredam fluktuasi tekanan (water hammer) dan mengoptimalkan siklus kerja pompa.
- Fabrikasi Manifold Perpipaan: Perakitan header suction dan discharge yang menghubungkan kedua pompa dan tangki tekan. Berdasarkan visual, material pipa yang digunakan tampak seperti baja galvanis, yang umum digunakan untuk aplikasi air bersih.
- Instalasi Panel Kontrol: Perakitan, pemasangan, dan pengkabelan panel kontrol elektrikal. Panel ini menampung komponen-komponen seperti kontaktor, overload relay, dan saklar kontrol, serta dilengkapi dengan tombol emergency stop untuk keamanan.
- Pemasangan Instrumen dan Valve: Integrasi komponen pendukung seperti pressure gauge untuk monitoring tekanan visual, pressure switch untuk kontrol otomatis, serta check valve dan gate valve untuk isolasi dan pengaturan aliran.
- Integrasi Sistem Keseluruhan: Pengkabelan dari panel kontrol ke setiap motor pompa dan sensor tekanan, memastikan semua komponen bekerja sebagai satu sistem yang kohesif.

Pendekatan Teknis
Pendekatan teknis pada proyek ini berfokus pada pembuatan sebuah sistem pendorong tekanan yang andal, otomatis, dan mudah diinstalasi. Penggunaan konfigurasi duplex (dua pompa) adalah inti dari desain ini. Konfigurasi ini memberikan keandalan operasional yang tinggi. Dalam mode duty/standby, satu pompa beroperasi sementara pompa kedua siaga, siap mengambil alih secara otomatis jika pompa utama mengalami gangguan atau sedang dalam perawatan. Hal ini menjamin pasokan air tidak terputus. Alternatifnya, sistem dapat diatur dalam mode duty/assist, di mana pompa kedua akan aktif hanya ketika permintaan aliran melebihi kapasitas satu pompa, sehingga lebih efisien dari segi energi.
Kontrol otomatisasi menjadi pilar kedua dalam pendekatan teknis. Sistem ini menggunakan pressure switch (atau pressure transmitter) yang mendeteksi tekanan pada jaringan pipa. Ketika tekanan turun di bawah titik setel (set point), panel kontrol akan memerintahkan pompa pertama untuk menyala. Jika tekanan terus turun, pompa kedua akan ikut menyala. Sebaliknya, ketika tekanan telah mencapai titik setel atas, pompa akan mati secara berurutan. Peran pressure tank sangat krusial dalam sistem ini. Tangki ini menyimpan sejumlah air bertekanan, berfungsi sebagai bantalan yang mencegah pompa terlalu sering menyala dan mati (short cycling) akibat penggunaan air dalam volume kecil, yang pada akhirnya memperpanjang umur motor pompa dan menghemat energi.
Proses Pelaksanaan
Proses pelaksanaan proyek ini dilakukan secara sistematis di workshop PT Witanabe. Tahap awal adalah fabrikasi skid baja sesuai dimensi yang telah dirancang untuk menampung seluruh komponen secara presisi. Setelah skid siap, tim teknisi melakukan pemasangan (mounting) kedua pompa vertikal CRI dan pressure tank pada posisi yang telah ditentukan.
Selanjutnya adalah pekerjaan perpipaan. Pipa untuk header suction dan discharge dipotong, disambungkan menggunakan fitting ulir, dan dirakit untuk menghubungkan inlet dan outlet dari kedua pompa serta koneksi ke pressure tank. Pada tahap ini, valve dan instrumentasi seperti pressure gauge juga dipasang pada manifold. Secara paralel, panel kontrol elektrikal dirakit dan dipasang pada tiang penyangga yang terintegrasi dengan skid. Langkah terakhir adalah proses pengkabelan dari panel ke motor pompa dan sensor tekanan, diikuti dengan pemeriksaan menyeluruh terhadap semua koneksi mekanikal dan elektrikal. Dokumentasi visual menunjukkan sistem yang telah selesai dan dilindungi dengan pembungkus plastik, menandakan kesiapannya untuk dikirim ke lokasi klien.

Visualisasi Teknis
Untuk mengilustrasikan logika operasional dari sistem duplex booster pump ini, diagram alir berikut menjelaskan bagaimana panel kontrol mengelola pengoperasian kedua pompa berdasarkan pembacaan tekanan sistem. Diagram ini menyederhanakan logika kontrol sekuensial (cascade) yang umum digunakan pada sistem semacam ini.
Flowchart: Logika kontrol dasar untuk sistem duplex booster pump. Sistem secara otomatis mengaktifkan pompa secara sekuensial berdasarkan permintaan (penurunan tekanan) dan mematikannya ketika tekanan yang diinginkan telah tercapai.
Hasil dan Penyelesaian
Proyek ini berhasil diselesaikan dengan hasil akhir berupa satu unit Duplex Booster Pump System 2 x 2.2 kW yang ringkas, terintegrasi, dan telah lolos uji fungsional di workshop. Hasilnya adalah sebuah solusi turnkey yang siap untuk diinstalasi di lapangan dengan cepat. Klien hanya perlu menyambungkan pipa inlet, pipa outlet, dan sumber daya listrik utama ke panel kontrol.
Secara visual, produk akhir menunjukkan kualitas pengerjaan yang rapi dan profesional. Tata letak komponen yang teratur tidak hanya baik dari segi estetika tetapi juga fungsional, memberikan kemudahan akses untuk kegiatan operasional dan perawatan di kemudian hari. Dengan penyelesaian proyek ini, PT Witanabe Integrasi Indonesia sekali lagi menunjukkan kemampuannya dalam menyediakan solusi sistem perpompaan yang andal dan efisien, yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan spesifik klien.

Catatan Teknis
Pompa sentrifugal vertikal multistage adalah pilihan yang sangat tepat untuk aplikasi booster karena desainnya yang memiliki beberapa impeller (tingkat) dalam satu wadah pompa. Desain ini memungkinkan pompa untuk menghasilkan tekanan (head) yang tinggi tanpa memerlukan diameter impeller yang besar, sehingga menghasilkan bentuk pompa yang ramping dan hemat ruang. Panel kontrol yang terintegrasi dengan proteksi beban lebih (overload) dan tombol emergency stop merupakan fitur standar keselamatan yang esensial untuk melindungi motor pompa dari kerusakan akibat gangguan listrik dan memberikan keamanan bagi operator.



