PT Witanabe Integrasi Indonesia mendokumentasikan proyek rekayasa komprehensif yang mencakup fabrikasi dan instalasi sebuah unit Industrial Horizontal Retort, yang juga dikenal sebagai autoklaf (autoclave). Proyek ini menyoroti kapabilitas perusahaan dalam merancang, membangun, dan mengimplementasikan bejana tekan (pressure vessel) untuk aplikasi proses kritis, seperti sterilisasi termal dalam industri makanan dan minuman, farmasi, atau medis. Unit retort ini dirancang sebagai sistem yang tangguh, dengan fokus utama pada keamanan operasional, efisiensi proses, dan keandalan jangka panjang.
Berdasarkan dokumentasi visual, proyek ini melibatkan pembuatan sebuah bejana silinder horizontal yang dilengkapi dengan pintu buka-cepat (quick-opening door) yang masif. Seluruh sistem, mulai dari vessel utama hingga sistem perpipaan utilitas, diinstalasi secara presisi di fasilitas klien. Lingkungan instalasi yang bersih dengan dinding berkeramik menunjukkan bahwa retort ini dioperasikan dalam lingkungan yang higienis, sesuai dengan standar industri terkait. Proyek ini mencerminkan keahlian Witanabe dalam menyediakan solusi turnkey, dari fabrikasi di workshop hingga instalasi dan integrasi sistem di lapangan.
Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan untuk proyek fabrikasi dan instalasi retort horizontal ini mencakup serangkaian tahapan rekayasa mekanik, perpipaan, dan kontrol yang terintegrasi. Berdasarkan analisis visual, lingkup pekerjaan dapat dirinci sebagai berikut:
- Desain dan Fabrikasi Bejana Tekan: Merancang dan memfabrikasi bejana silinder horizontal lengkap dengan kepala cembung (dished ends) sesuai dengan prinsip-prinsip rekayasa bejana tekan untuk menahan tekanan dan suhu operasional yang tinggi.
- Fabrikasi Pintu Buka-Cepat: Membangun mekanisme pintu buka-cepat yang kompleks, termasuk engsel, perangkat pengunci, dan roda tangan (handwheels) untuk memastikan penyegelan yang aman dan rapat selama siklus bertekanan.
- Pembuatan Struktur Penopang: Membuat struktur penyangga (saddle support atau frame) yang kokoh untuk menopang berat retort dan isinya, serta menahan gaya-gaya yang timbul selama operasi.
- Instalasi di Lokasi: Melakukan mobilisasi, penempatan (positioning), dan pemasangan unit retort di fasilitas klien sesuai dengan tata letak yang telah ditentukan.
- Fabrikasi dan Instalasi Sistem Perpipaan: Merakit dan memasang jaringan pipa untuk utilitas krusial seperti uap (steam), air pendingin, dan udara bertekanan. Ini termasuk pemasangan katup-katup manual dan otomatis.
- Aplikasi Insulasi Termal: Memasang material insulasi pada sistem perpipaan panas (seperti jalur uap) dan melapisinya dengan jaket aluminium untuk efisiensi energi dan keselamatan personel.
- Integrasi Instrumentasi dan Kontrol: Memasang komponen-komponen penting untuk monitoring dan kontrol proses, seperti port untuk sensor temperatur dan pressure gauge, serta mengintegrasikan katup solenoid untuk otomasi siklus.

Pendekatan Teknis
Pendekatan teknis pada proyek ini berpusat pada tiga aspek fundamental: keamanan bejana tekan, presisi kontrol proses, dan efisiensi operasional. Sebagai bejana tekan, keamanan adalah prioritas tertinggi. Desain retort harus memperhitungkan tekanan dan suhu maksimum yang dapat dicapai selama proses sterilisasi. Mekanisme penguncian pintu buka-cepat dirancang dengan sistem interlock (tidak terlihat, namun merupakan standar) untuk mencegah pintu terbuka saat masih ada tekanan di dalam bejana.
Presisi kontrol proses adalah kunci untuk mencapai sterilisasi yang efektif dan dapat diulang (repeatable). Ini dicapai melalui integrasi instrumentasi yang akurat. Dokumentasi menunjukkan adanya port khusus untuk sensor temperatur, yang merupakan parameter paling kritis dalam proses sterilisasi termal. Data dari sensor ini akan menjadi input bagi sistem kontrol untuk mengatur siklus pemanasan dan pendinginan. Penggunaan katup solenoid, seperti yang terlihat pada sistem perpipaan, memungkinkan kontrol otomatis terhadap aliran media (uap atau air). Ini memungkinkan pelaksanaan resep atau siklus sterilisasi yang telah diprogram sebelumnya tanpa intervensi manual yang konstan, sehingga menjamin konsistensi produk.
Efisiensi operasional diwujudkan melalui desain pintu buka-cepat yang memungkinkan proses bongkar muat produk (loading/unloading) menjadi lebih cepat dibandingkan dengan pintu tipe flensa baut. Selain itu, pemasangan insulasi termal pada perpipaan secara signifikan mengurangi kehilangan panas ke lingkungan, yang berarti mengurangi konsumsi energi (uap) dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi operator.


Proses Pelaksanaan
Proses pelaksanaan proyek ini terbagi menjadi dua fase utama: fabrikasi di workshop dan instalasi di lokasi klien. Fase fabrikasi dimulai dengan pembuatan shell (badan) dan heads (kepala) dari plat logam, kemungkinan besar stainless steel, yang kemudian digulung dan dilas menjadi bentuk silinder dan cembung. Secara bersamaan, komponen kompleks seperti mekanisme pintu, engsel, dan sistem pengunci dibuat dan dipasang pada vessel. Semua nozzle untuk koneksi pipa dan instrumen dilas pada posisi yang telah ditentukan dalam gambar teknik. Foto dari workshop menunjukkan unit retort yang hampir selesai, sedang menjalani inspeksi kualitas akhir sebelum dikirim.
Fase instalasi dimulai dengan penempatan retort di atas fondasi atau struktur penopang permanen di fasilitas klien. Tim instalasi kemudian melanjutkan dengan menghubungkan retort ke sistem utilitas. Ini melibatkan pemasangan spool pipa yang mungkin sebagian telah difabrikasi di workshop (pre-fabricated) untuk mempercepat pekerjaan di lapangan. Setelah pipa terhubung, proses insulasi dilakukan. Terakhir, dilakukan koneksi elektrikal ke komponen seperti katup solenoid dan persiapan untuk koneksi sensor ke panel kontrol. Proses ini dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan semua sambungan rapat, aman, dan sesuai dengan tata letak desain.
Visualisasi Teknis
Siklus operasional sebuah retort industri mengikuti serangkaian tahapan yang terdefinisi dengan baik untuk memastikan sterilisasi yang efektif. Diagram alir berikut mengilustrasikan siklus sterilisasi uap (saturated steam) yang tipikal pada retort horizontal.
Flowchart: Diagram alir yang menunjukkan tahapan-tahapan dasar dalam satu siklus sterilisasi menggunakan retort industri.
Hasil dan Penyelesaian
Proyek ini berhasil diselesaikan dengan terpasangnya satu unit retort horizontal industri yang fungsional dan terintegrasi penuh di fasilitas klien. Hasil akhir, seperti yang terlihat dalam dokumentasi, adalah sebuah sistem yang kokoh dengan instalasi yang rapi dan profesional. Sistem perpipaan yang terinsulasi dengan baik, penempatan katup yang ergonomis, dan integrasi dengan komponen kontrol menunjukkan sebuah solusi rekayasa yang matang.
Dengan selesainya instalasi ini, klien kini memiliki kapabilitas untuk melakukan proses sterilisasi termal secara in-house dengan peralatan yang andal dan aman. Penyelesaian proyek ini menjadi portofolio penting bagi PT Witanabe Integrasi Indonesia, yang sekali lagi membuktikan kemampuannya dalam menangani proyek fabrikasi bejana tekan yang kompleks dari tahap desain hingga komisioning.


Catatan Teknis
Retort atau autoklaf diklasifikasikan sebagai bejana tekan, sehingga fabrikasinya harus tunduk pada standar rekayasa yang ketat. Material, ketebalan dinding, kualitas pengelasan, dan pengujian (seperti uji hidrostatik) adalah parameter kritis yang harus dipenuhi. Pintu buka-cepat, meskipun efisien, merupakan titik paling kritis dari segi keamanan. Desainnya harus memastikan bahwa tekanan internal justru akan membuat seal semakin rapat, dan mekanisme pengunciannya harus mampu menahan gaya dorong yang sangat besar yang dihasilkan oleh tekanan internal. Sebagai contoh, pintu berdiameter 1.5 meter pada tekanan 2 bar (sekitar 2 kg/cm²) akan mengalami gaya dorong lebih dari 35 ton.
Siap untuk Konsultasi Proyek Anda?
Butuh solusi sterilisasi industri? Kami ahli dalam fabrikasi dan instalasi retort (autoclave) custom sesuai standar keamanan.
Atau hubungi kami di: +62 857-8096-1572 | Email: info@witanabe.com



