• Home
  • About
  • Privacy Policy
  • Contact
  • Portfolio
  • Case Study
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
Witanabe
  • Our Services
  • Tank Cleaning
  • Fuel Polishing
  • Preventive Maintenance
  • Our Products
  • Piping, Headers
  • Booster Pump
  • Industrial Mixers
  • Rental
  • Tools
  • Pumps
  • Equipments
Witanabe
  • Home
  • Services
    • Rental
      • Equipments
      • Tools
      • Pumps
    • Fuel Polishing
    • Fuel Tank Cleaning
    • Preventive Maintenance
    • Process Equipment Design & Fabrication
    • Tank & Vessel Repair
  • Products
    • Transfer Pump Set
    • Storage Tanks
    • Fire Fighting Pump
    • Mini Water Treatment Unit
    • Control Panels
  • Resources
    • Portfolio
    • Case Study
    • News
    • Tools
No Result
View All Result
Witanabe
No Result
View All Result
Home Portfolio
Handrail Silo 30 Ton

Handrail Silo 30 Ton

Fabrikasi Silo Baja Heavy-Duty Kapasitas 30 Ton

Sebuah Tinjauan tentang Proses Manufaktur Silo Baja 30 Ton, dari Desain Struktural hingga Komponen Siap Kirim.

Ragil Prasetya by Ragil Prasetya
22.01.2026
in Portfolio
0
332
SHARES
2k
VIEWS

Fabrikasi silo baja berkapasitas besar seperti 30 ton memerlukan presisi dalam desain struktural, pemilihan material, dan teknik manufaktur yang andal untuk memastikan keamanan dan fungsionalitas jangka panjang. PT Witanabe Integrasi Indonesia, melalui warisan portofolio dari PT Rahmat Alam Semesta (RAS), mendokumentasikan proses fabrikasi lengkap untuk silo baja berkapasitas 30 ton, mencakup pembuatan shell, conical bottom, struktur support, dan aksesori pendukung seperti tangga.

Silo baja bukan sekadar tangki penyimpanan; ia adalah sebuah struktur rekayasa yang harus mampu menahan beban masif dari material yang disimpannya, tekanan internal yang ditimbulkan, serta faktor eksternal seperti beban angin dan kondisi cuaca. Kegagalan dalam tahap fabrikasi, seperti kualitas pengelasan yang tidak memenuhi standar atau desain penguat (stiffener) yang kurang memadai, dapat berakibat fatal dan menyebabkan kegagalan struktural yang katastrofik. Dokumentasi proyek ini memberikan gambaran nyata mengenai tahapan kerja dalam fabrikasi silo heavy-duty, mulai dari pemotongan pelat, proses pembentukan, perakitan komponen, hingga pembuatan struktur penyangga utama. Melalui artikel ini, Anda akan mendapatkan pemahaman mendalam tentang tantangan praktis dan solusi teknis yang diterapkan dalam manufaktur struktur baja berskala besar.

Mari kita telusuri setiap langkah dalam proses fabrikasi silo ini, dari komponen individual hingga persiapan struktur penyangga utamanya.

Lingkup Pekerjaan

Proyek ini mencakup fabrikasi (workshop fabrication) dari sebuah unit silo penyimpanan material dengan kapasitas total 30 ton. Sebagai proyek yang dikerjakan sepenuhnya di workshop, fokus utama adalah memastikan semua komponen diproduksi dengan tingkat presisi tertinggi sesuai gambar teknis, sehingga proses perakitan di lokasi (site assembly) di kemudian hari dapat berjalan lancar tanpa modifikasi yang signifikan. Lingkup pekerjaan ini dirancang untuk menghasilkan sebuah sistem silo yang utuh, kuat, dan fungsional, siap untuk dikirim ke lokasi klien.

Detail Proyek Fabrikasi Silo

Berikut adalah ringkasan konteks teknis dan manajerial dari proyek fabrikasi silo baja berkapasitas 30 ton ini.

Aspek ProyekDeskripsi
Nama ProyekFabrikasi Workshop Silo Penyimpanan Material 30 Ton
Lokasi FabrikasiWorkshop (Ex-PT Rahmat Alam Semesta)
Kapasitas Desain30 Ton Material Curah (Bulk Material)
Material UtamaBaja Karbon (Pelat, Profil H-Beam, Profil Siku & UNP)
Tantangan UtamaMemastikan kekuatan struktur penguat (stiffeners) untuk menahan tekanan lateral dan presisi dimensi untuk kemudahan perakitan di lokasi.
Fitur KeselamatanTangga akses dilengkapi dengan sangkar pengaman (safety cage ladder) sesuai standar industri.

Secara terperinci, pekerjaan fabrikasi ini dibagi menjadi beberapa komponen utama. Pertama adalah fabrikasi badan utama silo (shell), yang merupakan bagian terbesar dari struktur dan berfungsi sebagai ruang penyimpanan utama. Kedua adalah pembuatan bagian bawah silo yang berbentuk corong piramida (pyramidal hopper), yang didesain untuk memfasilitasi proses pengeluaran material (discharge) secara gravitasi. Ketiga, dan yang paling krusial dari sisi penopang beban, adalah fabrikasi struktur kaki penyangga (support structure) yang dirancang untuk menahan berat total silo beserta isinya.

Selain komponen struktural utama, lingkup pekerjaan juga mencakup pembuatan aksesoris pendukung yang esensial untuk operasional dan keselamatan. Ini termasuk fabrikasi tangga akses yang dilengkapi dengan sangkar pengaman (safety cage ladder), platform untuk inspeksi, serta nozzle atau flange untuk koneksi inlet dan outlet. Setiap komponen dilas dan dirakit dengan mengikuti prosedur pengelasan standar untuk material baja karbon, dengan perhatian khusus pada kualitas sambungan untuk menjamin integritas struktural secara keseluruhan.

Pendekatan Teknis

Pendekatan teknis dalam fabrikasi silo 30 ton ini didasarkan pada prinsip rekayasa struktur dan praktik terbaik dalam manufaktur baja. Pemilihan material utama adalah baja karbon (carbon steel) dengan ketebalan pelat yang telah dihitung secara cermat untuk mampu menahan tekanan hidrostatik dari material curah yang akan disimpan. Desain silo yang berbentuk kotak (square bin) dengan hopper piramida dipilih berdasarkan karakteristik material yang akan ditangani, di mana desain ini memberikan keseimbangan antara kapasitas penyimpanan dan kemudahan aliran material saat discharge.

Salah satu aspek teknis yang paling kritikal adalah desain dan penempatan penguat struktur (stiffeners). Pada dinding shell dan hopper yang luas, profil baja siku dan UNP dilas secara eksternal dalam pola grid vertikal dan horizontal. Fungsi stiffener ini adalah untuk memberikan kekakuan pada panel pelat, mencegah terjadinya deformasi atau buckling (tekuk) akibat tekanan lateral dari dalam. Jarak dan ukuran profil stiffener ditentukan melalui analisis beban untuk memastikan struktur tetap rigid bahkan saat terisi penuh.

Untuk struktur penyangga, pendekatan yang diambil adalah menggunakan profil baja H-beam heavy-duty. Kaki-kaki penyangga dirancang untuk mentransfer seluruh beban mati (berat silo) dan beban hidup (berat material) ke pondasi beton. Untuk meningkatkan stabilitas lateral dan menahan gaya akibat angin atau getaran operasional, sistem penguat silang (X-bracing) diintegrasikan ke dalam desain frame penyangga. Seluruh proses penyambungan komponen mengandalkan teknik pengelasan busur manual (SMAW) atau semi-otomatis (GMAW), dengan prosedur yang memastikan penetrasi las yang dalam dan sambungan yang solid untuk kekuatan maksimum.

Proses Pelaksanaan

Proses pelaksanaan proyek dimulai dengan fabrikasi struktur penyangga, yang merupakan fondasi dari keseluruhan sistem silo. Tim fabrikasi memotong dan merakit profil-profil H-beam besar sesuai dengan gambar kerja. Perhatian khusus diberikan pada akurasi dimensi dan kesikuan dari frame utama. Penguat silang (X-bracing) kemudian dipasang dan dilas dengan cermat untuk memberikan kekakuan yang diperlukan. Proses ini memastikan bahwa struktur penyangga memiliki kapasitas penopang beban yang superior dan stabilitas yang tinggi.

Fabrikasi struktur penyangga H-beam untuk silo 30 ton
Proses fabrikasi struktur penyangga utama untuk silo 30 ton sedang berlangsung di dalam workshop. Rangka ini dibangun dari profil baja H-beam heavy-duty dengan penguat silang (X-bracing) untuk menjamin stabilitas struktural dalam menopang beban vertikal dan lateral dari silo yang terisi penuh.

Secara paralel, fabrikasi badan utama silo (shell) dilakukan. Lembaran-lembaran pelat baja dipotong sesuai ukuran dan kemudian dirakit menjadi bentuk kotak. Setelah dinding utama terbentuk, kerangka penguat eksternal dilas ke permukaan luar. Dokumentasi visual menunjukkan betapa masifnya jaringan stiffener ini, yang menegaskan bahwa desain silo benar-benar diperhitungkan untuk menahan tekanan internal yang signifikan. Setiap sambungan las diperiksa secara visual untuk memastikan tidak ada cacat yang dapat mengurangi kekuatan struktur.

Badan utama atau shell silo 30 ton dengan penguat eksternal
Badan utama atau shell silo yang telah selesai dirakit, menampilkan kerangka penguat eksternal yang masif. Stiffener vertikal dan horizontal ini krusial untuk mencegah deformasi atau buckling pada dinding pelat akibat tekanan material di dalamnya, memastikan integritas silo selama operasional.

Tahap selanjutnya adalah pembuatan hopper berbentuk piramida. Komponen ini membutuhkan presisi tinggi dalam pemotongan segmen-segmen pelat berbentuk trapesium dan pengelasan sudut-sudutnya untuk membentuk corong yang sempurna. Hopper ini juga diperkuat dengan stiffener eksternal untuk menahan beban material yang terkonsentrasi di bagian bawah sebelum proses discharge. Akurasi dalam fabrikasi hopper sangat penting untuk memastikan aliran material yang lancar dan menghindari potensi material tersangkut (bridging).

Hopper bawah silo berbentuk piramida sedang difabrikasi
Bagian bawah silo berbentuk piramida (hopper) yang berfungsi untuk mengarahkan aliran material saat proses discharge. Konstruksi yang presisi dari beberapa segmen pelat baja ini, lengkap dengan penguat eksternal, memastikan aliran material yang lancar dan efisien serta kekuatan menahan beban terpusat.

Terakhir, komponen-komponen pendukung seperti tangga akses dibuat. Tangga dirancang dengan sangkar pengaman (safety cage) yang terdiri dari rangkaian hoop melingkar. Ini adalah fitur keselamatan standar industri yang wajib ada untuk melindungi personel saat naik ke ketinggian untuk melakukan inspeksi atau maintenance. Pembuatan tangga ini, meskipun terlihat sederhana, memerlukan ketelitian agar kokoh dan aman saat digunakan.

Fabrikasi tangga akses dengan sangkar pengaman untuk silo
Fabrikasi tangga akses dengan sangkar pengaman (safety cage) sedang dalam proses pengerjaan. Komponen ini merupakan standar keselamatan esensial untuk memberikan akses yang aman bagi personel saat melakukan inspeksi atau perawatan di bagian atas silo yang memiliki ketinggian signifikan.

Visualisasi Teknis

Proses fabrikasi struktur baja kompleks seperti silo mengikuti alur kerja yang sistematis untuk memastikan kualitas dan efisiensi. Alur kerja ini dimulai dari tahap desain rekayasa hingga komponen siap untuk dikirim. Diagram berikut mengilustrasikan tahapan-tahapan kunci dalam proses fabrikasi silo 30 ton ini, menunjukkan bagaimana setiap fase saling berhubungan dan berkontribusi pada produk akhir yang solid dan andal.

graph TD A[Desain & Kalkulasi Struktural] --> B[Pengadaan Material]; B[Pengadaan Material] --> C{Fabrikasi Komponen}; C --> D1[Fabrikasi Struktur Penyangga - Support Legs & Bracing]; C --> E[Fabrikasi Shell - Badan Utama Silo]; C --> F[Fabrikasi Hopper - Corong Bawah]; C --> G[Fabrikasi Aksesoris - Tangga & Platform]; D1 --> H[Trial Assembly & Quality Control]; E --> H; F --> H; G --> H; H --> I[Surface Preparation - Sandblasting]; I --> J[Protective Coating - Primer & Top Coat]; J --> K[Final Inspection & Pengiriman];

Flowchart: Alur kerja fabrikasi silo baja dari tahap desain hingga siap kirim.

Hasil dan Penyelesaian

Berdasarkan dokumentasi proyek yang terekam, fase fabrikasi workshop untuk silo baja berkapasitas 30 ton ini berhasil diselesaikan. Seluruh komponen utama, termasuk struktur penyangga, shell, hopper, dan tangga pengaman, telah selesai dibuat sesuai dengan spesifikasi desain rekayasa. Hasilnya adalah satu set komponen silo yang siap untuk tahap berikutnya, yaitu persiapan permukaan, pengecatan, dan pengiriman ke lokasi instalasi. Kualitas fabrikasi yang solid menjadi fondasi utama bagi durabilitas dan keamanan silo saat beroperasi nantinya.

Struktur penyangga yang terbuat dari H-beam menunjukkan konstruksi yang sangat kokoh, dengan sambungan las yang rapi dan kuat serta dilengkapi dengan X-bracing untuk stabilitas maksimal. Begitu pula dengan unit shell dan hopper, di mana sistem penguat eksternal yang terpasang secara sistematis berhasil memberikan kekakuan yang dibutuhkan untuk menahan beban material sebesar 30 ton tanpa risiko deformasi. Setiap komponen telah melewati inspeksi visual selama proses fabrikasi untuk memastikan kesesuaian dengan gambar kerja dan standar kualitas internal.

Meskipun dokumentasi ini berfokus pada fase fabrikasi di workshop, penyelesaian tahap ini merupakan tonggak krusial dalam siklus hidup proyek. Dengan semua bagian yang dibuat secara presisi, proses perakitan di lapangan (site erection) diproyeksikan akan berjalan lebih efisien. Proyek ini menjadi bukti kemampuan dalam mengeksekusi pekerjaan fabrikasi baja heavy-duty yang menuntut tingkat akurasi dan keahlian tinggi, menghasilkan produk yang tidak hanya fungsional tetapi juga aman dan andal untuk penggunaan industri jangka panjang.

Catatan Teknis

Beberapa catatan teknis penting perlu diperhatikan dari proyek fabrikasi silo ini. Pertama, material yang digunakan adalah baja karbon standar. Meskipun kuat, material ini rentan terhadap korosi. Oleh karena itu, tahap selanjutnya yang tidak terdokumentasi dalam foto namun sangat krusial adalah persiapan permukaan (surface preparation) melalui sandblasting ke standar SA 2.5 dan aplikasi sistem pengecatan industrial. Biasanya, ini melibatkan lapisan primer (misalnya, zinc-rich epoxy primer) untuk proteksi katodik dan lapisan top coat (misalnya, polyurethane) untuk ketahanan terhadap cuaca dan UV.

Kedua, fondasi di lokasi instalasi merupakan faktor penentu keberhasilan. Struktur penyangga silo mentransfer beban yang sangat besar dan terpusat ke tanah. Desain fondasi beton bertulang harus dihitung oleh seorang insinyur sipil profesional untuk memastikan kapasitas daya dukung tanah (soil bearing capacity) memadai dan untuk mencegah terjadinya penurunan (settlement) yang tidak merata, yang dapat membahayakan stabilitas silo.

Terakhir, kontrol kualitas pengelasan adalah kunci dari integritas struktur. Selain inspeksi visual, untuk proyek-proyek kritikal seperti ini, pengujian non-destruktif (Non-Destructive Testing – NDT) seperti Ultrasonic Testing (UT) atau Magnetic Particle Inspection (MPI) dapat diterapkan pada sambungan-sambungan las yang paling vital. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi adanya cacat internal yang tidak terlihat oleh mata, seperti retakan atau kurangnya fusi, yang dapat menjadi titik awal kegagalan struktur di bawah beban operasional.

Siap untuk Konsultasi Proyek Anda?

Butuh fabrikasi silo baja atau struktur heavy-duty lainnya? Tim engineer kami siap merancang solusi sesuai kebutuhan industri Anda.

Konsultasi Fabrikasi Silo via WhatsApp

Atau hubungi kami di: +62 857-8096-1572 | Email: info@witanabe.com

Tags: Experiencessilovia RAS
Previous Post

Studi Kasus: Peningkatan Kapasitas Clarifier IPAL dengan Retrofit Tube Settler

Next Post

Paket Pompa Pemadam Kebakaran (Fire Pump) untuk Area Komersial di Mampang

Ragil Prasetya

Ragil Prasetya

Next Post
Fire Pump Via Aip Mampang Hero

Paket Pompa Pemadam Kebakaran (Fire Pump) untuk Area Komersial di Mampang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

  • Home
  • About
  • Privacy Policy
  • Contact
  • Portfolio
  • Case Study
Call us: +62 857-8096-1572

© 2025 Witanabe - Engineering, Fabrication, Manufacture.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Services
    • Rental
      • Equipments
      • Tools
      • Pumps
    • Fuel Polishing
    • Fuel Tank Cleaning
    • Preventive Maintenance
    • Process Equipment Design & Fabrication
    • Tank & Vessel Repair
  • Products
    • Transfer Pump Set
    • Storage Tanks
    • Fire Fighting Pump
    • Mini Water Treatment Unit
    • Control Panels
  • Resources
    • Portfolio
    • Case Study
    • News
    • Tools

© 2025 Witanabe - Engineering, Fabrication, Manufacture.