• Home
  • About
  • Privacy Policy
  • Contact
  • Portfolio
  • Case Study
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
Witanabe
  • Our Services
  • Tank Cleaning
  • Fuel Polishing
  • Preventive Maintenance
  • Our Products
  • Piping, Headers
  • Booster Pump
  • Industrial Mixers
  • Rental
  • Tools
  • Pumps
  • Equipments
Witanabe
  • Home
  • Services
    • Rental
      • Equipments
      • Tools
      • Pumps
    • Fuel Polishing
    • Fuel Tank Cleaning
    • Preventive Maintenance
    • Process Equipment Design & Fabrication
    • Tank & Vessel Repair
  • Products
    • Transfer Pump Set
    • Storage Tanks
    • Fire Fighting Pump
    • Mini Water Treatment Unit
    • Control Panels
  • Resources
    • Portfolio
    • Case Study
    • News
    • Tools
No Result
View All Result
Witanabe
No Result
View All Result
Home Portfolio
Hero 25 Tonne Industrial Autoclave Pressure Vessels Row

Hero 25 Tonne Industrial Autoclave Pressure Vessels Row

Fabrikasi dan Instalasi 4 Unit Autoclave Horizontal 25 Ton untuk Industri Pengolahan

Implementasi Standar Engineering Bejana Tekan dan Pengujian Hidrostatik dalam Manufaktur Autoclave Heavy-Duty

Ragil Prasetya by Ragil Prasetya
20.02.2026
in Portfolio
0
332
SHARES
2k
VIEWS

Fabrikasi dan instalasi bejana tekan berkapasitas besar, seperti autoclave industrial, menuntut kepatuhan yang ketat terhadap standar engineering, prosedur pengelasan bersertifikat, dan kontrol kualitas yang berlapis untuk menjamin keamanan operasional. PT Witanabe Integrasi Indonesia, melalui pengalaman dan portfolio legacy dari PT Rahmat Alam Semesta (RAS), telah berhasil menyelesaikan proyek fabrikasi dan instalasi empat unit autoclave horizontal berkapasitas 25 ton pada September 2006.

Sebuah autoclave bukan sekadar tangki baja; ini adalah sistem bertekanan yang kompleks di mana kegagalan sekecil apapun pada material atau sambungan las dapat berakibat fatal. Keberhasilan proyek semacam ini bergantung pada pemahaman mendalam tentang metalurgi, analisis tegangan, termodinamika, dan standar keselamatan bejana tekan. Desain yang tidak memadai, prosedur pengelasan yang salah, atau pengujian yang tidak komprehensif dapat menciptakan risiko ledakan yang membahayakan nyawa dan aset. Artikel ini mendokumentasikan metodologi rekayasa dan eksekusi proyek yang kami terapkan, memberikan wawasan nyata tentang tahapan kritis dalam manufaktur bejana tekan heavy-duty, mulai dari pemilihan material hingga pengujian hidrostatik akhir.

Mari kita telusuri setiap fase pelaksanaan proyek ini, dari proses fabrikasi di workshop hingga unit-unit autoclave beroperasi penuh di lokasi klien.

Lingkup Pekerjaan

Proyek yang diselesaikan pada bulan September 2006 ini mencakup sebuah paket pekerjaan rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (EPC) yang komprehensif untuk empat unit autoclave horizontal. Setiap autoclave dirancang untuk memiliki kapasitas pemrosesan sebesar 25 ton material per siklus. Lingkup pekerjaan utama adalah fabrikasi end-to-end dari keempat bejana tekan ini, yang dimulai dari tahap material mentah hingga menjadi unit yang siap dioperasikan dan terpasang di fasilitas klien, yang kemungkinan besar adalah pabrik kelapa sawit (PKS) untuk proses sterilisasi Tandan Buah Segar (TBS) atau fasilitas pengolahan lainnya yang memerlukan proses steam bertekanan.

Project Specifications

Paket pekerjaan EPC mencakup fabrikasi end-to-end, instalasi kelengkapan bejana tekan, dan sistem isolasi termal untuk empat unit autoclave horizontal dengan kapasitas masing-masing 25 ton.

Project ScopeFabrikasi & Instalasi 4 Unit Autoclave (EPC)
Material/TypeASTM SA-516 Gr. 70 (Carbon Steel Pressure Vessel Grade)
Industry/SectorIndustri Pengolahan / Pabrik Kelapa Sawit (PKS)

Secara rinci, lingkup pekerjaan ini meliputi beberapa tahapan kritikal. Pertama adalah pengadaan material bersertifikat, yaitu pelat baja karbon khusus untuk bejana tekan (pressure vessel grade steel), seperti ASTM SA-516 Gr. 70, yang memiliki ketahanan dan properti mekanis yang terjamin untuk operasi pada suhu dan tekanan tinggi. Kedua, proses fabrikasi shell (badan silinder) dan dished ends (tutup cembung) dari setiap autoclave. Ini melibatkan proses plate rolling, pressing, dan fit-up yang sangat presisi untuk membentuk geometri bejana yang sempurna. Fabrikasi juga mencakup pembuatan pintu (door) dengan sistem pengunci quick-lock atau bayonet yang robust dan aman.

Selanjutnya, pekerjaan ini mencakup instalasi semua kelengkapan bejana tekan. Ini termasuk pemasangan nozel untuk inlet steam, condensate drain, pressure gauge, temperature gauge, dan yang paling penting, safety relief valve. Pekerjaan perpipaan (piping works) terkait untuk mendistribusikan steam dari boiler ke masing-masing autoclave juga menjadi bagian dari lingkup ini. Setelah fabrikasi, dilakukan proses pengujian Non-Destructive Testing (NDT) pada sambungan las utama dan pengujian hidrostatik pada setiap unit untuk memverifikasi integritas struktural dan kekedapan terhadap tekanan jauh di atas tekanan operasinya.

Tahap akhir dari lingkup pekerjaan adalah instalasi di lokasi. Ini termasuk persiapan fondasi, pemasangan support saddle, penempatan (lifting and positioning) unit-unit autoclave, serta penyambungan akhir ke sistem perpipaan dan instrumentasi pabrik. Terakhir, dilakukan proses isolasi termal (thermal insulation) pada seluruh permukaan luar autoclave menggunakan material seperti rockwool atau glasswool yang kemudian ditutup dengan lapisan pelindung (cladding) dari aluminium atau stainless steel. Isolasi ini sangat penting untuk efisiensi energi, menjaga suhu proses, dan melindungi personel dari permukaan panas.

Pendekatan Teknis

Pendekatan teknis yang kami ambil dalam proyek ini didasarkan pada prinsip fundamental rekayasa bejana tekan, yaitu “safety by design” atau keamanan yang terintegrasi sejak tahap desain dan fabrikasi. Seluruh proses, mulai dari perhitungan desain hingga metode pengelasan, mengacu pada standar rekayasa bejana tekan yang diakui secara internasional untuk memastikan setiap unit yang kami hasilkan tidak hanya fungsional, tetapi juga aman secara inheren.

Pemilihan material adalah langkah awal yang paling krusial. Kami menggunakan pelat baja karbon SA-516 Gr. 70 yang memiliki sertifikat uji pabrik (mill test certificate), memastikan traceability dan kesesuaian komposisi kimia serta sifat mekaniknya. Perhitungan ketebalan pelat untuk shell dan dished end dilakukan dengan cermat, mempertimbangkan tekanan desain (design pressure), suhu desain (design temperature), diameter bejana, dan menambahkan korosi allowance yang memadai untuk menjamin umur pakai yang panjang di lingkungan yang korosif akibat steam dan kondensat.

Pendekatan pengelasan adalah jantung dari proses fabrikasi. Kami mengembangkan Welding Procedure Specification (WPS) yang detail untuk setiap jenis sambungan las. Untuk sambungan longitudinal dan sirkumferensial utama pada shell, kami menggunakan proses pengelasan otomatis Submerged Arc Welding (SAW) yang memberikan penetrasi yang dalam, laju deposisi yang tinggi, dan hasil las yang sangat konsisten serta berkualitas tinggi. Untuk sambungan nozel dan fitting yang lebih kompleks, digunakan proses manual seperti Shielded Metal Arc Welding (SMAW) atau Flux-Cored Arc Welding (FCAW) yang dieksekusi oleh welder yang telah terkualifikasi (memiliki sertifikat welder).

Jaminan kualitas menjadi tulang punggung pendekatan teknis kami. Setelah pengelasan, 100% sambungan las utama (main seam) diperiksa menggunakan metode NDT, yaitu Radiographic Testing (RT) atau Ultrasonic Testing (UT), untuk mendeteksi cacat internal yang tidak terlihat seperti retak, porositas, atau lack of fusion. Setelah seluruh fabrikasi selesai dan sebelum diisolasi, setiap autoclave menjalani pengujian hidrostatik (hydrostatic test). Bejana diisi penuh dengan air dan diberi tekanan hingga 1.3 atau 1.5 kali tekanan desainnya. Selama periode penahanan (holding time), seluruh permukaan dan sambungan las diinspeksi untuk memastikan tidak ada kebocoran atau deformasi permanen. Pengujian ini adalah bukti final bahwa autoclave secara struktural mampu menahan tekanan operasi dengan aman.

Proses Pelaksanaan

Pelaksanaan proyek dimulai di workshop kami dengan verifikasi material yang diterima dari pemasok. Setiap pelat baja diperiksa sertifikatnya dan ditandai untuk traceability. Proses fabrikasi diawali dengan pemotongan pelat sesuai dimensi yang dibutuhkan dan pen bevelan pada tepi-tepi pelat yang akan disambung las untuk memastikan penetrasi las yang sempurna. Pelat untuk shell kemudian dimasukkan ke mesin roll plat heavy-duty dan dibentuk secara bertahap menjadi silinder. Sementara itu, dished ends yang telah dibentuk melalui proses pressing atau spinning disiapkan.

Tahap selanjutnya adalah fit-up, di mana shell silinder dan kedua dished ends disatukan dan ditahan posisinya menggunakan las catat (tack weld) dan perkuatan sementara. Tim quality control melakukan pemeriksaan dimensi yang ketat pada tahap ini untuk memastikan kelurusan, kebulatan, dan panjang total bejana sesuai dengan gambar kerja. Setelah fit-up disetujui, proses pengelasan SAW untuk sambungan utama dimulai. Bejana diputar pada mesin rotator untuk memungkinkan pengelasan otomatis yang kontinu dan seragam.

Setelah badan utama bejana selesai, dilakukan pemotongan lubang dan pemasangan nozel serta reinforcement pad. Pintu autoclave, yang merupakan komponen mekanis paling kompleks, dirakit secara terpisah. Ini melibatkan permesinan presisi pada mekanisme penguncian untuk memastikan seal yang rapat dan pengoperasian yang aman. Setelah semua komponen terpasang, jika ketebalan material mengharuskannya, bejana akan menjalani proses Post-Weld Heat Treatment (PWHT) di dalam furnace besar untuk menghilangkan tegangan sisa akibat pengelasan dan menormalkan struktur mikro material.

Schematic Illustration: Struktur Autoclave Horizontal dengan Support Saddle dan Safety Valve

Setelah lolos uji hidrostatik, permukaan autoclave dibersihkan melalui sandblasting dan dilapisi dengan cat tahan panas. Unit-unit yang telah selesai kemudian diangkut dengan hati-hati ke lokasi proyek. Di lokasi, tim instalasi kami melakukan pekerjaan sipil untuk fondasi, menempatkan autoclave di atas support saddle-nya, dan melakukan alignment. Pekerjaan dilanjutkan dengan penyambungan pipa steam, kondensat, dan instrumentasi. Tahap terakhir adalah pemasangan lapisan isolasi rockwool dan cladding aluminium, yang memberikan tampilan akhir yang rapi sekaligus fungsional untuk efisiensi termal.

Hasil dan Penyelesaian

Proyek fabrikasi dan instalasi empat unit autoclave berkapasitas 25 ton ini berhasil diselesaikan dan diserahterimakan pada September 2006. Hasil akhir adalah sebuah stasiun sterilisasi atau pemrosesan yang berfungsi penuh, andal, dan aman, yang menjadi komponen vital dalam alur produksi klien. Keempat unit autoclave terpasang dengan rapi, terisolasi dengan baik, dan terintegrasi penuh dengan sistem perpipaan uap dan instrumentasi pabrik.

Keberhasilan proyek ini dibuktikan dengan lolosnya semua unit dari pengujian fungsional dan performa selama tahap commissioning. Autoclave mampu mencapai dan mempertahankan suhu serta tekanan operasi yang disyaratkan secara stabil, menunjukkan tidak adanya kebocoran pada sistem perpipaan maupun pada seal pintu. Mekanisme pintu juga berfungsi dengan lancar dan aman, memungkinkan siklus bongkar muat material berjalan efisien. Dokumentasi visual yang menunjukkan uap keluar dari sistem venting adalah bukti nyata bahwa unit-unit tersebut telah beroperasi sesuai dengan fungsinya.

Penyelesaian proyek ini secara tepat waktu dan sesuai spesifikasi teknis yang ketat memperkuat reputasi PT Rahmat Alam Semesta (RAS) pada saat itu sebagai fabrikator bejana tekan yang kompeten dan dapat diandalkan. Unit-unit autoclave yang kami bangun menjadi aset produksi jangka panjang bagi klien, berkontribusi pada efisiensi dan kapasitas produksi mereka selama bertahun-tahun. Keandalan struktural dan keamanan operasional yang kami tanamkan sejak awal proses rekayasa memastikan bahwa investasi klien terlindungi dengan baik.

Catatan Teknis

Aspek teknis yang paling kritikal pada sebuah autoclave adalah sistem keamanan berlapisnya. Komponen pertama dan utama adalah Safety Relief Valve (SRV). SRV harus memiliki kapasitas aliran yang cukup untuk membuang seluruh uap yang masuk dari boiler jika terjadi kegagalan pada katup kontrol utama (overpressure scenario). SRV harus disertifikasi, disegel, dan diuji secara berkala untuk memastikan fungsinya. Ini adalah garis pertahanan terakhir terhadap ledakan akibat tekanan berlebih.

Kedua, sistem interlock pada pintu adalah fitur keselamatan yang tidak bisa ditawar. Sistem ini harus dirancang sedemikian rupa sehingga pintu tidak mungkin bisa dibuka jika di dalam bejana masih terdapat tekanan, sekecil apapun. Biasanya, ini dicapai dengan interlock mekanis yang terhubung ke pressure gauge atau pressure switch. Selain itu, uap tidak boleh bisa dimasukkan ke dalam autoclave jika pintu belum terkunci dengan sempurna. Kegagalan pada sistem interlock ini adalah penyebab umum kecelakaan fatal pada pengoperasian autoclave.

Terakhir, manajemen kondensat di dalam autoclave sangat penting untuk efisiensi perpindahan panas. Udara yang terperangkap di dalam autoclave akan membentuk lapisan isolasi pada permukaan material yang diproses, menghambat penetrasi panas dari uap. Oleh karena itu, siklus operasi autoclave harus mencakup fase pembuangan udara (venting) di awal dan pembuangan kondensat secara kontinu melalui steam trap di bagian bawah. Sistem pembuangan kondensat yang efektif memastikan bahwa proses pemanasan terjadi melalui kontak langsung dengan uap jenuh (saturated steam), yang merupakan medium perpindahan panas yang paling efisien.

Siap untuk Konsultasi Proyek Anda?

Membutuhkan fabrikasi bejana tekan atau autoclave industrial yang aman dan sesuai standar? Kami ahli dalam rekayasa dan instalasi sistem bertekanan tinggi.

Konsultasi Fabrikasi Autoclave via WhatsApp

Atau hubungi kami di: +62 813-8900-4531 | Email: info@witanabe.com

Tags: AutoclaveInspection & TestingInstallation ServiceManufacturePressure Vessel
Previous Post

Fabrikasi Komponen Bucket Conveyor Heavy-Duty untuk PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

Next Post

Jasa Konstruksi Struktur Baja & Instalasi Material Handling Industrial

Ragil Prasetya

Ragil Prasetya

Next Post
Hero Cheil Jedang Industrial Plant Facility Overview

Jasa Konstruksi Struktur Baja & Instalasi Material Handling Industrial

Featured Mobile Stainless Steel Chemical Processing Tank

Fabrikasi Custom Mobile Processing Tank Stainless Steel untuk Industri Kimia

Featured Industrial Concrete Mixer 1500kg Capacity Installation

Fabrikasi Heavy-Duty Concrete Mixer 1500L

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

  • Home
  • About
  • Privacy Policy
  • Contact
  • Portfolio
  • Case Study
Call us: +62 857-8096-1572

© 2025 Witanabe - Engineering, Fabrication, Manufacture.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Services
    • Rental
      • Equipments
      • Tools
      • Pumps
    • Fuel Polishing
    • Fuel Tank Cleaning
    • Preventive Maintenance
    • Process Equipment Design & Fabrication
    • Tank & Vessel Repair
  • Products
    • Transfer Pump Set
    • Storage Tanks
    • Fire Fighting Pump
    • Mini Water Treatment Unit
    • Control Panels
  • Resources
    • Portfolio
    • Case Study
    • News
    • Tools

© 2025 Witanabe - Engineering, Fabrication, Manufacture.